Friday, July 28, 2017

10 Tips sukses Merantau!


Image result for merantau
(image by google)
MERANTAU adalah perginya seseorang dari tempat asal dimana ia ia tumbuh besar ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan atau mencari pengalaman(Wikipedia)Banyak faktor yang mendorong orang-orang untuk pergi dari tempat asal atau kelahirannya menuju tempat lain. Diantaranya faktor tradisi atau budaya dari suatu kelompok etnis, juga ada faktor ekonomi, pendidikan dan faktor peperangan(Wikipedia)
Sering karena tuntutan hidup kita harus berjuang untuk banyak hal, mencari nafkah, membantu orang tua dan keluarga, dan karena keadaan yang tak berubah orang-orang akhirnya memutuskan merantau.Keadaan yang tak berubah, (masalah ekonomi) sebenarnya hanyalah salahatu faktor dari beberapa penyebab yang memutuskan orang pergi merantau, faktor lain seperti keingin tahuan suatu tempat, menyukai tantangan dan eksploitasi diri untuk menunjukan keberanian pada diri sendiri.Merantau bahkan sudah menjadi gaya hidup masa kini, dan memiliki tujuan yang beragam.

Bandingkan kebudayaan masyarakat Eropa dan Amerika yang sangat menyukai kehidupan merantau.
Dengan pembentukan kepribadian yang kuat (semenjak bayi) orang-orang di Eropa & Amerika mengangggap kehidupan berpindah (mencari kerja baru) sebagai hal yang biasa dan bagian dari pendalaman mereka tentang kehidupan pribadi mereka yang harus di usahakan sendiri tanpa kompromi. Sangat aneh dan tabu bagi seorang remaja berusia 18 tahun yang masih betah tinggal bersama kedua orang tuanya.Tentunya ini adalah bagian dari kultur yang memang berbeda dengan masyarakat di Asia (tenggara) & Afrika  dimana segala sesuatu dari remaja sampai dewasa bersama orang tua (dibiayai) adalah hal yang biasa dan kewajiban. Memang tidak semua orang di eropa & amerika mandiri dalam usia diatas, namun nilai yang ada di kehidupan masyarakat mereka menjadi pijakan dasar bagi mereka
Di Negara –negara berkembang selain tradisi dan kebudayaan , instrumen penting seperti Sistem perekonomian bangsa, regulasi ketenagakerjaaan, ketersediaan lapangan kerja,serapan lapangan kerja ,Keahlian ,pengelolaan sumber daya Alam dan pemanfaatannya yang tepat bagi kesejahateraan masyarakat sekitar (bangsa) serta  sumber daya manusia, masih menjadi masalah klasik.

Dewasa ini kearifan lokal kian menjadi isu yang utama karena dipengaruhi kebijakan pengambil keputusan (Pemerintah & Swasta)dalam desentralisasi dan pelaku pembangunan. Faktor-faktor ini juga mempengaruhi banyaknya perantau.Mengapa anda perlu merantau?, saya mendapati beberapa screen kata di media, dan membuat catatan saya perihal merantau yang mungkin berguna bagi anda yang belum pernah merantau dan anda yang sementara berada di perantauan :

1.JAUH LEBIH MANDIRI ,
Jangan merantau kalau anda seorang Pemalas kakap, tidur jam 2 subuh bangun jam 12 siang, yang apa-apa tinggal teriak pasti dibawain!!ketika anda melangkahkan kaki di pelabuhan atau di bandara atau di stasiun kereta api atau di stasiun Bus antar kota, selain acara berpelukan, terharu biru,(berpisah dari keluarga) maka  selanjutnya mata anda akan tertuju pada isi di dompet anda,lalu dimulailah pertanyaan ini; bagaimana kalau uang saya habis?bisa kerja apa lebih cepat?bagaimana penerimaan  keluarga tempat saya tinggal numpang sementara nanti? Bahkan ada beberapa yang guyon kata mandiri = Mandi sendiri,makan sendiri.suka atau tidak anda telah bertekad bukan? Keadaan di tanah rantau akan mengajari anda ‘how to survive”! dan anda akan menjadi orang yang mandiri, berproses secara natural.
2.LEBIH BERTANGGUNG JAWAB, 
 tanggung jawab mengandung arti jamak  dalam hal ini, dimana saja anda dapat bertanggung jawab bukan ! dimulai dari hal-hal kecil,semisal bangun tidur dan membereskan tempat tidur sendiri. Lagu “bangun tidur ku terus mandi” sebaiknya di ubah artinya kalau merantau.seorang pribadi mandiri tahu bagaimana belajar menjadi ‘lebih’ bertanggung jawab kalau sudah merantau.

3. MUDAH BERADAPTASI, 
setiap orang dlahirkan dengan kemampuan beradaptasi yang berbeda-beda, yang mudah beradaptasi biasanya, mudah bergaul, supel, ramah, dan murah senyum. Adaptasi disini bukan tentang hal-hal itu saja, cuaca, perubahan iklim, keadaan social, kultur masyarakat setempat,aktif dalam kegiatan yang berhubungan, dan pergaulan dengan berbagai suku bangsa!kamu memang akan lebih nyaman berada dalam lingkungan suku & masyarakatmu,tapi seorang perantau akan tahu bagaimana menjawab sapaan dari suku  lain dan bertahan dalam percakapan karena asing-nya mereka serta unsur penerimaan (terbuka) dalam berkomunikasi.  Kecuali kamu perantau yang menyenangi berkumpul bersama suku sendiri  dan menghabiskan waktu lebih banyak dalam membawa kebiasaan buruk (negative) dari tempat asal, sebaiknya kamu merevisi diri kamu, atau kamu akan lebih banyak gagal dalam usaha. Jadi,,, belajarlah terbuka, dan beradaptasilah
 4.LEBIH SURVIVE,(KUAT BERTAHAN) 
 kamu pernah menonton serial  “Survivol”yang menghebohkan di salahsatu stasiun TV global (bukan ***bal tv yang itu) ? .. lihat bagaimana survive nya para kontestan itu.keadaan memaksa mereka berpikir keras, mendorong tekad dan otaknya untuk dimaksimalkan penggunannya supaya tidak mati(kalah)  Nah… kamu yang pergi merantau biasanya akan melakukan hal yang sama, skala pada motorikmu akan dipaksa lebih luas.analoginya, kalau di kampung(tempat asal) kamu akan memilih masuk tidur dan bangun panggil nyokap, istri, atau keluarga, maka di tempat perantauan kamu akan begadang menunggu tuanmu bangun dan memanggilmu untuk membantunya hmm”terjemahkan sendiri yaa.. 
5.LEBIH MENYUKAI TANTANGAN,
memutuskan keluar dari zona nyaman kamu di rumah saja jelas sudah sebuah tantangan, kalau di tanah rantau ada-ada saja tantangannya, setiap tantangan bagi seorang perantau selalu dipandang sebagai suatu jembatan untuk melangkah, menerima tantangan ini atau tak bisa survive! Berkaitan bukan? Para perantau selalu menganggap setiap tantangan adalah “makanan tiap hari-nya”ia akan melahap setiap menu tantangan (ini sulit lhooo,) dan menikmatinya sampai bermandi peluh. 
6.RASA INGIN TAHU MAKIN TINGGI
Seorang perantau (sesungguhnya) adalah seorang traveler sejati! Rasa ingin tahu yang sangat tinggi adalah firasat alami dari anda yang merantau, ibarat tumpukan buku, setiap hari memiliki kisah tersendiri, ini firasat yang natural dan makin ‘dipertajam’ saja kalau anda sudah merantau! Setuju bukan? Anda pasti mengatakan, “aku bangeet’ niih:-) 
7.MAKIN CINTA &RINDU SAMA KAMPUNG HALAMAN. 
Setiap waktu mendata, kamu selalu menghitung saat terakhir meninggalkan kampung halamanmu bukan?karena tak ada tempat di muka bumi ini yang paling dirindukan selain tanah asalmu! Sudah bejibun lagu hebaat di dunia ini yang menceritakan indahnya tanah asalmu,sebuah “ODE” barangkali kamu bisa menuliskan rindumu pada daerahmu, membantu galau-nya rindumu, saya tuliskan beberapa ; INDAHNYA pantaimu,lautmu, gunungmu,suburnya tanahmu,disanalah semua yang kucintai berada.Sebagai pengobat rasa rindunya, para perantau biasanya membentuk diaspora/komunitas /dan lain-lain untuk selalu mengingat dan bahkan membuat program- program nyata membantu masyarakatnya. Jangan heran saat waktu musim liburan tiba, seorang perantau akan tampak linglung, senang bukan main, menerawang dengan matanya saat menginjakan kaki kembali di tanah kelahirannya.Sedikit cerita ’ waktu cuti Natal Desember 2015, saya menumpang Garuda dari UPG- AMQ, duduk disamping saya seorang Bapak,berumur sekitar 55 tahun (sayang saya lupa namanya)perantau dari Medan yang telah meninggalkan Ambon semenjak 1990 ( 25 tahun) hari itu tanggal 6 Desember, beliau bersama salahseorang anak gadisnya yang saya taksir berusia sekitar 18 tahun. Waktu masih diruang tunggu  Makassar beliau tampak sangat excited, kalau cerita, suaranya dibesar-besarkan dengan logat ambon yang  dibuat buat. Saya sempat berpikir, ‘udik’ nih orang baru nyadar kalau beliau merasa gembira akan ke ambon setelah kami berbincang-bincang. 10 menit sebelum pesawat landing,suasana menjadi hening, cuaca sangat cerah, langit biru dan indah, saya masih setengah ngantuk, saat berbalik melihat sang bapak tengah sibuk memetakan nama tempat dari udara,saya senyum-senyum simpul saja sampai terlihat butiran air mata jatuh perlahan dari  kedua matanya,ia menyekanya dengan bajunya, saat pesawat benar-benar landing pecahalah tangisan sang bapak, ia menangis sejadi-jadinya, sambil berkata “Ambon eee, rindu lawang eee, su 25 tahun baru lia ale lai,, su beda paskali,mama eee beta paleng rindu,,(Ambon ,aku sangat rindu, telah 25 tahun meninggalkan engkau, sudah berbeda , Mama aku sangat rindu) diantara selaan katanya itulah yang membuat haru,beberapa penumpang yang duduk dekat kami,ikut menitikan airmata,saya mencoba menenangkanya dengan menepuk pundaknya saya katakan “ salamat datang kombali om”(selamat datang kembali om)Rasa menyeruak luar biasa ini banyak dimiliki oleh para perantau hebaat!yang membawa kerinduan akan tanah kelahirannya demi merintis kesuksesan masa depannya dan keluarganya.
 8. MELIHAT SEGALA SESUATU DARI DUA SISI, 
Empat sisi malah kata  mereka!ini bagian yang paling saya suka, mayoritas perantau selalu memiliki pandangan dari sisi yang berbeda, cara mereka memandang dunia, dan melihatnya, sukses tentunya adalah kata lain untuk penggambaran kebanggaan dan harga diri, namun bijaknya mereka menilai segala sesuatu membuat mereka lebih bersahaja,kerangka pikir yang mereka bangun meliputi hal hal dari sekedar prestise dan target, jangan heran kalau kadang-kadang dalam satu diskusi  yang makin alot anda di tohok oleh kata kata mereka yang terkesan kasar seperti “ makanyamerantau dikit biar otak terbuka” hehe, Ya pengalaman bukan kata bagi mereka, pengalaman adalah kerasnya hidup dan proses yang benar-benar mereka alami. Duhhhh….. 
9.TIDAK MENJADI PRIBADI YANG AROGAN,
 Meski sukses menjadi incaran setiap perantau, mereka menjadi lebih bijak bukan semata-mata karena bawaan , hidup di tanah orang memang mengajarkan mereka hal-hal ini. Jangan heran kalau anda melihat seorang sahabat yang dulunya, bandel,keras kepala,semena-mena,suka menghakimi, tiba-tiba  saat pulang telah menjadi pribadi yang lebih bersahaja dan lapang. Menghargai adalah implementasi dari sikap ini. 
10. BERANI AMBIL RISIKO, 
Kalau tantangan bisa mereka atasi, maka risiko adalah makanan penutup bagi para perantau, seumur hidupnya yang dipenuhi perjuangan dan kemandirian membuat mereka menanggap setiap detik hidup adalah tentang gagal atau sukses yang akan saya hadapi, tak kenal menyerah bagi mereka adalah hukum yang wajib! Kehidupan spiritual bahkan lebih khusyuk dari biasanya selalu melandasi setiap tantangan, dari keputusan dan risiko yang mereka hadapi.
11.MUDAH IKHLASKAN SESUATU
,karena maksimalnya perjuangan yang habis-habisan itu, mereka selalu lebih lapang dan ikhlas terhadap pelbagai persoalan hidup yang di hadapi,contoh dalam hubungan pribadi; kalau anda yang sedang menjalani LDR dengan seorang perantau yang memperhatikan berbagai hal ikhwal anda, sebaiknya anda berhati-hati dengan kebiasaan menuntut yang berlebihan,kekanak-kanakan dan menyimpan rahasia tertentu, para perantau dengan muda merelakan anda bahkan meskipun anda adalah kisah sejatinya, mereka sangat anti terhadap hal-hal yang bagi mereka tidak berbobot, dan membuang buang waktu, karena bagi mereka setiap harinya adalah perjuangan.Analoginya “ mereka bekerja dengan 4 kaki dan 4 tangan’, baca 10 hal diatas lebih dulu kalau anda sebagai pasangannya kurang yakin. itulah mengapa mereka lebih menyukai pasangan yang  bisa support dan mengimbangi mereka daripada seorang penuntut  yang berlebihan, apalagi yang pandai membuat drama? sangat jauh dari kamus mereka.
12. MUDAH BERSYUKUR, 
bersyukur bersyukur, dan bersyukur, demikianlah dalam kamus keseharian mereka , bersyukur disini maksudnya adalah setelah berjuang habis habisan atas pencapaian dari 11 hal diatas, bersyukur akan menjaga keseimbangan antara kemauan, niat, keinginan, harapan dan realitas hidup dari Maksud TUHAN bagi tiap pribadi.Demikian sekedar tulisan saya, Tulisan ini tidak bermaksud  mendiskreditkan siapapun . Not at all!.. lol Jadi jangan terlalu serius lah bacanya  :-)Ingat, merantau bukan sekedar pencapaian seberapa sukses dan baiknya hidup anda, namun seberapa besarnya nilai hidup yang membuat anda menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses Merantau? Tuntutlah ilmu dan pergilah…,,,



No comments:

Post a Comment

Christian Coleman, Rekor dunia lari 60 Msumber  foto by :  Victah Sailer Sebagai penggila Atletik, meski gak kuat lari,,saya su...